Jumat, 09 November 2012

Panggilan Sayang

Hari ini Sepupu gw Berkokok menceritakan Sejarah bagaimana ia mendapatkan nama panggilan sayang dari pacarnya. Mungkin Dari kalian udah gak asing lagi dengan panggilan sayang. Sepupu gw cerita gimana dia mendapatkan nama panggilan sayang dari pacarny dengan sebutan (Eng-Ing- Eng) BIM-BIM dan dia sebaliknya memanggil pacarnya dengan sebutan BEM-BEM.

BIM-BIM berasal dari kata bibir monyong 5 centi (padahal bibir saudara gw gak cacat,mungkin karena cerewet kali). Untuk BEM-BEM sendiri punya makna mukzizat yaitu PIPI TEMBEM (Fucking so Sweet). Mendengarkan ceritanya, gw teringat seseorang yang pernah panggil gw dengan sebutan Co Cweet dengan nada yang ngeden bagai daun ketapang buat ikan cupang yg mewarnai hatiku (Attention! Don't be Alayers like me!). Ini terjadi Sewaktu gw SMA gw punya julukan Maut dari pacar gw yaitu ABOT, Dia Intan pacar pertama yang pernah nge- Judge gw gak Macho. Entah melihat dari proyeksi kaca nako mana dia menganggap gw gak macho. mungkin kalau gw ingat lagi cerita tempoe doloe , gw teringat waktu  itu gw di ajak berkunjung ke rumah dia. Dulu kami duduk di ruang kelas yang sama,  Dia bilang " Bot Maen kerumah aku donk ( nada ngeden )". dengan tampang kesemutan sambil ngerogoh kantong, Gw jawab " aku gak bisa yang,  soalnya aku ada janji sama temen lagian aku lagi sakit nih". Waktu itu gw lagi sakit demam, mungkin karena dekat dia gw jadi sembuh, soalnya Dia Beri gw Sinyal koneksi 3g+ Euy! . Ya udah pokoknya Abot jangan pulang dulu, nanti aku yang ongkosin kok" Katanya. Mungkin doi tau kondisi keuangan gw lagi stroke. Dengan kondisi Terdesak tengsin gw bilang ke dia " Makasih ya Sayang, Ya udah deh kalo kamu maksa".

Sesampainya di rumah Doi Demam gw tambah parah, Badan gw menggigil kedinginan, mungkin karena kena angin waktu gw naik ojek sewaktu perjalanan ke rumah dia. Tanpa rasa punya banyak dosa, gw langsung tidur di pangkuannya dan itu berlangsung dua jam yg disempatkan dengan mimpi indah dan iler yang menetes di pangkuannya. mungkin karena pegel memangku kepala gw, dia ngebangunin gw dengan alasan "Abot mw Siomay gak?, makan ya! biar keluar keringatnya ;-) supaya Abot cepet sembuh". Gak pake basa - basi gw makan thu siomaynya sepiring berdua, terjadi lg suasana fucking co cweet di antara kami berdua, mungkin karena tragedi siomay ini gw sering terharu kalo lihat tukang siomay yang sedang keliling. Setelah siomaynya gw lahap sampai piringnya mengkilap,  tanpa rasa banyak dosa untuk kedua kalinya gw meneruskan tidur gw di kursi ukiran di rumahnya. gak lama kemudian, terdengar lah suara berisik dan bikin gw bangun seketika seperti sesuatu yang jatuh ke lantai. Gak Tau apa permasalahannya namun yang jelas gw mendapati Intan sedang berkelahi dengan adik perempuannya yang menyebabkan dvd player miliknya hancur lebur karena dibanting oleh Intan. Serentak gw bertanya sama Intan "Kenapa kamu banting thu DVD player ?, rusak kan jadinya yang! dengan nada monster yang manis dia bilang "terserah gw donk, dvd nya kan punya gw! koq jd urusan lo sih" karena suasana panas kaya di angkot gw langsung pamitan ke dia untuk pulang "Ayang aku pulang ya!" Gw dulu polos banget jadi gak pake cium goodbye. Dia kembali menjawab gw dengan nada sewot "ya udah pulang sana!".

Karena suasana eneg udah kapalan gw langsung memakai sepatu gw dan siap untuk pulang dengan muka yang meseem. Tapi ada sesuatu yang mengganjal hati gw, yang rasa nya aneh tapi nyata. Shit, gw gak ada ongkos buat pulang men!. mungkin dia tau karena gw celangak celunguk kaya orang bego mencari tukang ojek di depan rumahnya. Gw pikir kalau naik ojek bisa di bayar di rumah nih!. Sewaktu gw Sedang Prepare mau menaiki ojek, dari belakang Si Doi panggil gw " Bot, nih ongkos buat kamu" uang pecahan 20 ribu di berikan ke gw. Situasi aman terkendali gw gak jadi melibatkan bokap gw untuk bayar ongkos ojek. Seterusnya dia bilang maaf ke gw karena tadi dia berkata kasar. Sesampainya Di rumah, gw langsung tidur karena kondisi gw udah sekarat kaya ayam sakit. Tapi gak lama kemudian Handphone Tamiya gw berdering (sohib gw bilang handphone gw bentuknya kaya mobil - mobilan tamiya), yang ternyata telepon dari Sepupu nya doi.

Dia mulai bercerita tentang Cewe gw yang curhat ke dia soal permasalahan gw yang gak romantis. Entah dari sudut pandang apa dia bilang gw gak romantis. Setelah selesai mendengarkan cerita sepupunya, gw sedikit paham kalo masalah tadi siang sewaktu gw di rumah Si Doi adalah SEX Euy. Gw bukannya sok Alim dengan pahala gw yang berlimpah (hehehehehe) , tapi gw jelaskan ke sohibnya kalo posisi gw sedang sakit dan kebetulan gw masih anak yang polos men!. Sohibnya bilang "Intan cuma Mau Cipika Cipiki sedikit kok, dia mw membuktikan rasa sayang nya ke loe bie?". Tapi gimana kalo tiba-tiba gw batuk dan gw transfer batuk dahak gw ke Doi (maaf sebelumnya, tadinya gw berpikir untuk SENSOR kata DAHAK, tapi gw kebinggungan mencari kata-kata yang simple dan real pengganti kata DAHAK). Sepupunya bilang ke gw "gak apa - apa kok intan kan memang udah jorok dari sananya". lalu gw bilang ke sepupunya untuk menyampaikan wasiat cinta gw ke Doi, gw berpesan sewaktu saat gw akan kasih ciuman meteor dasyat gw ke dia. Sebelum handphone putus sambungan gw mendengarkan suara intan berkata "ditunggu ciumannya".

Seiring Waktu berjalan gw mendapatkan kesempatan berdua-duan bersama doi dirumah temannya. kebetulan Orang Tua temannya doi sedang bekerja (Attention! bagi orangtua, awasi selalu anak - anak anda). Hari Itu gw berniat memberikan ciuman ke dia, seketika gw tatap mata nya itu malah memberikan gw bisikkan aneh yang datang dari penjuru surga yang tak tahu keberadaannya. Hati kecil gw cuma berkata, bukan dengan jalan ini gw di beri gelar agung mencintai dia!. Tempoe doloe Untuk cowo seusia gw SEX dini sedang tren - trennya. Tapi itu malah bertolak belakang sama gw yang mungkin gw bukan orang begitu baik. Setelah gw Pandang wajah Si Doi gw urungkan niat gw untuk mencium dia, ini bukan karena kenapa atau apa? yang jelas hanya karena cinta gw ke dia?. Banyak yang bilang Cinta harus berani menanggung akibat diatas akibat. Mungkin karena Itu dia Memutuskan hubungan kami berdua yang berjalan hanya 10 bulan, dan mungkin dengan rasa yang hambar, kecut pasif dan sedikit taburan bahagia. Sebelum meninggalkannya gw meminta maaf ke Doi dengan Berkata " Maaf aku gak sempet bikin kamu bahagia tan, maaf dengan hari-hari yang buruk yang kamu lalui bersama aku (sambil termehek-mehek). Setelah beberapa lama gw lost contact sama Doi, Gw tiba-tiba mendapatkan kabar kalo si Doi Sudah menikah dengan rekan kerjanya sekarang (Fucking Sadis Men)!. Karena ini gw sedikit belajar "Ini bukan Masalah Awal dan Akhir, ini hanya masalah keraguan proses". Yang gw lakukan sekarang menelaah isi buku yang Cover dan Back Cover nya terlihat Apik. Terkadang Cerita Cinta Seseorang membuat kenangan Fucking Co Cweet gw terproyeksi kembali. Tapi setelah gw pahami Cinta Itu untuk kebahagian bukan untuk kegalauan Ria. Jadi jangan punya pacar kalo gak dibahagiakan dan membahagiakan.

"Maaf untuk orang yang namanya Pade disebut Diatas!"

0 komentar:

Poskan Komentar